Samsung Galaxy S4 sudah dirilis sejak
beberapa waktu lalu. Namun, tak lengkap rasanya kalau melewatkan tengah
tahun 2013 tanpa membahas smartphone yang hingga minggu lalu sudah dilaporkan terjual 20 juta unit di seluruh dunia ini.
Sebagai produk yang duduk di urutan teratas hierarki smartphone
Samsung, Galaxy S4 dibekali dengan deretan komponen dan fitur
tercanggih. Ponsel pintar ini, misalnya, adalah produk pertama yang
dibekali prosesor 8-inti (4+4) Exynos 5 Octa.
Ada pula berbagai macam fungsi unik yang
dibenamkan di Galaxy S4, termasuk kapabilitas mendeteksi gerakan tubuh
seperti kepala dan telapak tangan untuk digunakan sebagai alat interaksi
dengan ponsel.
Nah, apa lagi yang bisa ditemukan pada Galaxy S4? Ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini.
Desain
Galaxy S4 datang dalam sebuah kotak
kardus kecil yang terbuat dari bahan daur ulang. Warnanya coklat muda,
dengan cetakan berpola yang membuat kotak tersebut tampak seolah-olah
terbuat dari kayu.
Di dalam, tampak Galaxy S4 langsung menyambut begitu kotak dibuka. Sisi-sisi smartphone dengan bentang layar 5 inci ini terlihat memadati kemasan tersebut.
Samsung turut menyertakan beberapa aksesori pelengkap untuk menemani Galaxy S4, yaitu baterai yang dikemas terpisah dari unit smartphone, charger USB, kabel data micro-USB, panduan pemakaian, dan sebuah headset model in-ear.
Unit sample Galaxy S4 yang diterima Kompas Tekno berwarna putih, dengan aksen chrome di sisi-sisi perangkat.
Bagian pinggir berwarna logam tersebut
sedikit membantu memberi kesan premium, tetapi tetap saja material
plastik mengilap yang dipakai terlihat ringkih, kalau bukan murahan.
Biarpun begitu, Galaxy S4 masih terasa
cukup solid. Bobot perangkat sebesar 130 g, berketebalan kurang dari
8mm, dan sudut-sudutnya yang membulat ini membuat Galaxy S4 nyaman
digenggam kendati memiliki ukuran layar mencapai 5 inci.
Soal layout tombol dan
konektor, serta desain keseluruhan, Galaxy S4 tampak sangat mirip dengan
pendahulunya, Galaxy S III. Di sisi muka, bagian atas layar, terdapat
deretan kamera serta sensor cahaya dan jarak, sementara di bawah layar
terdapat tombol fisik “Home” yang diapit soft button “Return” dan “Menu”.
Port micro USB untuk keperluan mengisi baterai serta transfer data dari dan ke komputer bisa ditemukan di sisi bawah. Sisi atas memuat jack
konektor audio 3,5mm dan IR blaster yang bisa dipakai untuk mengontrol
perangkat TV. Adapun tombol daya dan pengaturan volume suara
masing-masing dtempatkan di sisi kanan dan kiri.

Cover bagian belakang menyembunyikan baterai, speaker, serta slot micro SIM card dan micro-SD. Kamera dengan LED flash juga terdapat di sisi ini. Cover plastik tipis itu dilepas dengan cara mencongkel dari celah kecil yang terletak di dekat tombol power.
Meski memungkinkan pengguna mengganti
baterai, penutup bagian belakang tersebut dikritik karena memperkuat
kesan ringkih Galaxy S4. Samsung pun kabarnya bakal beralih menerapkan
desain unibody untuk penerus perangkat ini.
Layar
Satu hal yang paling mencolok dari
Galaxy S4 adalah layarnya. Selain berukuran besar (5 inci), display
Super AMOLED yang diusung oleh smartphone ini juga tampak sangat indah.
Layar Galaxy S4 tampak cerah dengan kontras dan saturasi warna tinggi, tetapi tidak oversaturated
seperti layar milik pendahulunya yang kadang menampilkan warna terlalu
pekat. Pada Galaxy S4, tampilan warna telihat lebih natural dibandingkan
Galaxy SIII.
Soal ketajaman pun, layar ini terbilang jempolan dengan resolusi 1920×1080 (full-HD). Tingkat kepadatan pixel-nya mencapai 441 PPI sehingga gambar dan teks ditampilkan dengan sangat tajam tanpa gerigi (jaggyness) sama sekali, bahkan ketika dilihat dari jarak sangat dekat.
Salah satu fitur display baru yang
tersedia pada Galaxy S4 adalah kemampuan untuk mengatur kecerahan layar
pada mode “Auto Brightness” seperti yang terlihat pada screenshot paling kanan pada gambar di bawah.
Pengaturan kecerahan tetap berlangsung
otomatis berdasarkan perubahan kondisi cahaya lingkungan, tetapi
pengguna bisa mengatur seberapa cerah setting auto yang dijalankan sesuai keinginan.
Samsung juga menyediakan beberapa
pilihan profil “Display Modes” yang berisi preset pengaturan warna dan
kontras yang cocok untuk sejumlah keperluan berbeda, seperti “Movie” dan
“Professional Photo”. Pilihan “Adapt Display” secara otomatis akan
memilih profil display yang sesuai dengan kegiatan pengguna, tetapi
tidak kompatibel dengan aplikasi pihak ketiga.
Software
Galaxy S4 datang dengan sistem operasi
Android 4.2.2 yang merupakan versi terbaru, dibalut antar muka TouchWiz
khas Samsung. Pertama kali mencobanya, firmware bertanggal 12 April pada perangkat ini memiliki beberapa bug, terutama terkait dengan fungsi kamera. Masalah tersebut hilang setelah perangkat di-update ke versi bertanggal 30 Mei.
Fungsi-fungsi penting Galaxy S4 bisa diaktifkan atau dinonaktifkan lewat panel control center Android yang bisa diakses dengan menyapukan dua jari dari batas layar bagian atas.
Secara default, Galaxy S4 menyediakan lima buah homescreen yang masing-masing dipenuhi berbagai macam widget, sebut saja Flipboard, S Travel, dan Story Album.

Pada satu sisi hal tersebut mencerminkan
segudang fitur yang dibenamkan pada Galaxy S4. Tetapi, di sisi lain
juga menunjukkan banyaknya bloatware alias aplikasi bawaan yang belum tentu dipakai pada ponsel pintar ini.
Aplikasi-aplikasi tersebut cukup menyita memori on-board yang tersedia. Dari 16GB storage internal milik Galaxy S4, yang tersisa tak sampai 9GB. Untunglah masih ada pilihan ekspansi dengan slot micro-SD hingga 64GB.
Satu hal menarik lainnya dari sistem operasi Android 4.2.2 adalah pengguna bisa menambah widget pada lock screen untuk mengakses fungsi-fungsi tertentu tanpa harus membuka kunci perangkat terlebih dahulu.
Deretan widget yang bisa diambah termasuk kamera, client e-mail,
dan banyak lagi. Pilihan selengkapnya bisa diakses di menu “Settings
> Lock screen > Lock screen widgets”. Pesan tertulis yang
ditampilkan pada lock screen pun bisa diatur sesuai keinginan.
Fitur khusus
Salah satu daya tarik Galaxy S4 terletak
pada kemampuan mendeteksi beberapa jenis gestur tubuh yang bisa
digunakan sebagai mekanisme input selain menyentuhkan jari pada layar.
Dengan mengaktifkan “Air Gesture”, pengguna bisa melambaikan tangan secara vertikal dan horizontal di depan smartphone untuk navigasi tanpa menyentuh laya. Fitur “Smart Scroll” digunakan untuk scrolling
halaman web dengan memiringkan ponsel ke depan dan ke belakang.
Pengguna bisa pula mendongakkan dan menundukkan kepala untuk menjalankan
fitur tersebut, asalkan terdapat perubahan kemiringan sudut pandang
antara mata dengan sensor pada Galaxy S4.
Fungsi lain termasuk adalah Smart Stay
yang sebelumnya sudah diimplementasikan pada Galaxy SIII. Dengan
mengaktifkan fitur ini, Galaxy S4 mendeteksi apabila pengguna sedang
memandang layar dan tidak akan meredupkan atau mematikan layar selagi
masih dipakai.
Fitur yang mirip dengan Smart Stay
adalah “Smart Pause” yang sama-sama mendeteksi mata pengguna. Bedanya,
Smart Pause dipakai untuk menghentikan sementara pemutaran video apabila
pengguna memalingkan pandangan dari layar. Playback kembali dilakukan
begitu pengguna memandang layar.
Lalu ada “Air View” yang memberikan preview konten untuk beberapa aplikasi, misalnya e-mail
yang bisa dibaca terlebih dahulu tanpa perlu benar-benar dibuka, cukup
dengan melayangkan jari di atas layar. Fitur ini juga bisa dipakai untuk
melihat preview adegan saat menonton video dengan melayangkan jari di
atas garis timeline.
Sayang, meski sepintas terlihat menarik,
fitur-fitur pendeteksi gestur tubuh ini memiliki kegunaan terbatas
karena hanya mampu bekerja dengan aplikasi-aplikasi tertentu.
Smart Scroll dan Air Gesture, misalnya, hanya kompatibel dengan aplikasi browser bawaan Android. Galaxy S4 hanya terdiam ketika pengguna mengayun-ayunkan tangan di depan browser pihak ketiga, seperti Chrome dan Firefox. Air View pun tak bisa dipakai dengan aplikasi Gmail.
Pun saat bisa digunakan, implementasi
beberapa fitur terasa kurang optimal, seperti Smart Scroll yang
kesulitan mendeteksi pandangan apabila pengguna memakai kacamata. Air
Gesture bisa berguna pada saat-saat tertentu ketika pengguna tak bisa
menyentuh layar, misalnya ketika tangan sedang berlumur makanan. Tetapi,
mengayun-ayunkan tangan lama-kelamaan memang membuat pegal.
Meski terlihat keren, pada akhirnya
fitur-fitur unik milik Galaxy S4 terasa kurang berguna dibanding cara
interaksi konvensional dengan menyentuh layar. Tentu, pengguna bisa
mematikan fungsi-fungsi ekstra ini kapan saja apabila tidak diinginkan.
Hal tersebut bisa sedikit membantu dalam menghemat baterai.
Kamera
Seperti sudah disinggung sebelumnya, pada versi firmware bertanggal 12 April, ada bug yang cukup mengganggu terkait fungsionalitas kamera pada Galaxy S4. Lebih tepatnya, aplikasi kamera pada perangkat ini kadang crash ketika dibuka dan me-restart ponsel.
Untungnya, setelah diperbarui menjadi versi bertanggal 30 Mei, masalah tersebut menghilang. Update tersebut juga membuat proses inisialisasi kamera berlangsung lebih cepat.
Kamera utama pada Galaxy S4 sendiri
memiliki resolusi sebesar 13 megapixel. Kualitas hasil tangkapan fotonya
terlihat bagus dan mendetail di kondisi cukup cahaya, dengan metering yang akurat, termasuk dalam situasi backlight ringan seperti pada contoh foto di bawah.
Lain ceritanya saat dibawa ke dalam ruangan atau dalam kondisi minim cahaya karena sensor mungil pada Galaxy S4 dengan cepat akan menimbulkan noise yang merusak kualitas gambar. Dalam hal ini, sensor Ultrapixel pada HTC One terlihat jauh lebih baik. Kendati demikian, dalam ukuran kecil, hasil foto low-light Galaxy S4 masih terlihat cukup bagus.

Lain ceritanya saat dibawa ke dalam ruangan atau dalam kondisi minim cahaya karena sensor mungil pada Galaxy S4 dengan cepat akan menimbulkan noise yang merusak kualitas gambar. Dalam hal ini, sensor Ultrapixel pada HTC One terlihat jauh lebih baik. Kendati demikian, dalam ukuran kecil, hasil foto low-light Galaxy S4 masih terlihat cukup bagus.
Lain ceritanya saat dibawa ke dalam
ruangan atau dalam kondisi minim cahaya karena sensor mungil pada Galaxy
S4 dengan cepat akan menimbulkan noise yang merusak kualitas
gambar. Dalam hal ini, sensor Ultrapixel pada HTC One terlihat jauh
lebih baik. Kendati demikian, dalam ukuran kecil, hasil foto low-light Galaxy S4 masih terlihat cukup bagus.

Antarmuka kamera pada Galaxy S4 sama dengan user interface
milik perangkat kamera Android Galaxy Camera dari produsen yang sama.
Berbagai macam mode pengambilan gambar disediakan dan bisa diakses
melalu tombol “Kode” di sisi kiri tombol shutter.
Beberapa mode baru termasuk “drama” yang
mengambil banyak gambar sekaligus dan menggabungkan gerakan subyek
dalam foto-foto tersebut ke dalam satu frame.
Ada pula “Eraser Shot” yang bisa
menghapus obyek tidak diinginkan yang memasuki frame, serta kemampuan
mengambil gambar dari kamera depan dan belakang sekaligus. Hasil foto
dari kamera depan digabungkan dalam bentuk bidang kecil yang dikelilingi
frame dengan tangkapan gambar utama dari kamera belakang.
Sebagaimana kemampuan-kemampuan deteksi
gestur pada Galaxy S4, beberapa fitur kamera baru ini relatif sulit
digunakan. Eraser Shot, misalnya, sering kali tidak mengenali obyek yang
mengganggu dalam sebuah scene di mana terdapat banyak orang.
Fungsi ini pun hanya bisa dipakai dengan
mengakses mode khusus terlebih dahulu yang akan mengambil 5 frame dalam
waktu sekitar 5 detik terlebih dahulu untuk keperluan identifikasi
subyek utama dalam foto sehingga terasa kurang praktis.
Ada juga yang terasa kurang berguna seperti kemampuan mengambil foto secara bersamaan dengan kamera belakang dan depan.
Untunglah, mode “Auto” yang disediakan
sudah mencukupi untuk keperluan sehari-hari dan mampu menghasilkan foto
indah tanpa harus membingungkan pengguna dengan banyaknya pilihan mode.

Ingin mengatur parameter foto? Pilihan setting
kamera yang ditandai dengan tombol berbentuk gir menyediakan akses ke
beberapa opsi pengaturan tingkat lanjut, seperti Preset White Balance,
Mode Metering, Exposure Compensation, dan ISO. Galaxy S4 juga
menyediakan sejumlah filter foto yang bisa dipakai untuk berkreasi.
Soal perekaman video, Galaxy S4 mampu merekam dalam format full-HD 1080p (1920×1080) 30 FPS. Hasil rekamannya terlihat cukup tajam dan jernih.
Performa
Tak diragukan lagi, Galaxy S4 adalah salah satu smartphone terkencang yang ada saat ini. Samsung membekali Galaxy S4 dengan prosesor 8-core (4+4) Exynos 5 Octa yang memiliki dua set inti prosesor. Set pertama berisi 4 buah core ARM A15 1,6 GHz berkinerja tinggi, sementara set kedua terdiri dari 4 buah core ARM A7 1,2 GHz.
Kedua set prosesor tidak berjalan
berbarengan, tetapi saling mengambil alih tugas pada kondisi tertentu.
Saat membutuhkan kinerja tinggi, Galaxy S4 akan mengaktifkan core A15. Core A7 akan bekerja dalam kondisi yang tidak menuntut performa tinggi untuk menghemat baterai.
Sebagai informasi tambahan, Galaxy S4 juga sebenarnya tersedia dalam versi dengan prosesor quad-core
Qualcomm Snapdragon 600. Akan tetapi, varian tersebut hanya dipasarkan
di wilayah-wilayah tertentu seperti Amerika Serikat dan Eropa yang
memiliki jaringan 4G LTE. Galaxy S4 yang beredar di pasaran Indonesia
memiliki prosesor Exynos 5 Octa.
Oleh Samsung, prosesor tersebut
dipadukan dengan RAM 2GB dan pemroses grafis PowerVR SGX 544MP3.
Hasilnya? Galaxy S4 terasa gesit dan lincah dalam penggunaan
sehari-hari.
Banyak aplikasi mampu dijalankan sekaligus tanpa lag yang berarti. Berbagai macam game 3D pun berjalan mulus. Skor benchmark Antutu, Quadrant, dan 3DMark Ice Storm di bawah rasanya cukup menggambarkan hal tersebut.
Kinerja tinggi Galaxy S4 mesti dibayar dengan beberapa hal. Perangkat ini cepat terasa panas ketika diajak bermain game atau merekam video. Panas tersebut menjalar ke bagian layar dan mengganggu kenyamanan.
Lalu daya tahan baterainya pun tak terlalu memukau. Dengan pemakaian casual seperti browsing, e-mail, Instagram, Twitter, sesekali mengambil foto dan video, serta mengaktifkan beberapa widget di home screen, Galaxy S4 hanya mampu bertahan selama lebih kurang setengah hari.
Pengaktifan mode “Power Saving” sedikit
membantu, tetapi ini pun tak mampu membuat Galaxy S4 bertahan seharian
tanpa perlu ditancapkan ke charger atau baterai portabel.
Kesimpulan
Meski dari luar kelihatan tak jauh
berbeda dibandingkan pendahulunya, Galaxy S4 mengusung sejumlah
perubahan besar baik dari sisi hardware maupun software.
Beberapa hal, seperti kualitas layar dan
kinerja yang lebih tinggi, langsung terasa manfaatnya dalam penggunaan
sehari-hari. Begitu pun dengan sistem operasi Android 4.2.2 yang
menawarkan sejumlah hal menarik seperti pemasangan widget di lockscreen.
Namun, fitur-fitur lain seperti Smart Scroll, Air View, dan beberapa mode kamera lebih tampak seperti gimmick yang tidak praktis atau sulit dipakai ketimbang sesuatu yang benar-benar bisa berguna.
Rangkaian software yang disertakan secara default cukup memakan kapasitas media penyimpanan internal yang disediakan. Untunglah masih ada opsi penambahan ruang dengan card micro-SD.
Dari segi fisik, plastik mengilap yang
dipakai Samsung sebagai material cangkang Galaxy S4 sedikit mengurangi
kesan premium dari smartphone ini. Tetapi, secara keseluruhan,
Galaxy S4 masih terasa kokoh, mantap ketika digenggam serta cukup ringan
dan tipis untuk masuk kantung baju.
Di luar beberapa kekurangannya itu, Galaxy S4 adalah salah satu smartphone
Android terbaik yang tersedia sekarang. Kecepatan respons, performa
keseluruhan, serta kelengkapan fitur yang diusung andalan Samsung ini
sulit ditandingi oleh para penantang lain di kelasnya.
Samsung Galaxy S4
Kelebihan:
- + Kinerja sangat tinggi
- + Layar besar, tajam, dan cerah
- + Kaya fitur software dan hardware
- + Langsung dibekali sistem operasi Android 4.2.2
- + Ekspansi storage dengan slot micro-SD hingga 64GB
- + Kamera berkualitas, dengan banyak mode pengambilan gambar baru
Kekurangan:
- - Material plastik mengurangi kesan premium
- - Bug kamera pada firmware versi awal
- - Terlalu banyak bloatware yang menyita memori
- - Beberapa fungsi unik ternyata tak begitu berguna
- - Desain fisik terlalu mirip dengan perangkat Galaxy lain dari Samsung sehingga sedikit membosankan
Spesifikasi:
- Ukuran layar: 5 inci (1920×1080), kepadatan pixel 441 ppi
- Tipe layar: Super AMOLED, dengan lapisan Corning Gorilla Glass 3
- Prosesor: Exynos 5 Octa, 8-core (4+4) kombinasi ARM A15 1,6 GHz dan ARM A7 1,2 GHz. GPU PowerVR SGX544MP3
- RAM: 2GB
- Storage internal: 16GB
- Ekspansi storage: micro-SD hingga 64GB
- Dimensi fisik: 13,6 x 69,8 x 7,9 mm
- Bobot: 130 gram
- Konektivitas: GSM, HSDPA, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, DLNA, Bluetooth 4.0, NFC, infrared (remote control), micro-USB.
- Kamera: 13 megapixel dengan autofokus dan LED flash (belakang), 2 megapixel (depan)
- Kapasitas baterai: 2600 mAh
- Pilihan warna: hitam dan putih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar